Minggu, 07 Juni 2015

X. Database Klinik Kecantikan

Database klinik kecantikan tediri dari 4 tabel, diantaranya adalah:

1. Tabel member klinik kecantikan yang terdiri atas data id member, nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, agama, pekerjaan, alamat, kodepos, no telepon, tanggal bergabung menjadi member dan email. Pada database ini terdapat 300 member klinik kecantikan.

2. Tabel karyawan klinik kecantikan terdiri atas data id karyawan, nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, alamat, kodepos, jabatan, status, agama, riwayat pendidikan, no telepon, tanggal bergabung menjadi karyawan dan gaji. Pada database terdapat 29 karyawan yang terdiri dari: 20 terapis, 3 kasir, 3 office boy dan 3 security. 

3. Tabel klinik kecantikan terdiri atas data kode treatment, nama treatment, harga dan lama pengerjaan pada database terdapat 20 jenis treatment dengan range harga Rp 60.000- Rp 500.000, dengan durasi pengerjaan 30- 120 menit.

4. Transaksi klinik kecantikan terdiri atas data id member, id karyawan, tanggal terakhir melakukan treatment, kode treatment, jumlah pembayaran. 

Selanjutnya  dibuat relationship untuk menunjukkan hubungan antar tabel. Terakhir, dua puluh query dibentuk untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan data-data pada database. 
IX. Database Penghuni Asrama 

Database penghuni asrama terdiri atas 3 tabel. 

1. Tabel pertama adalah daftar penghuni asrama yang terdi atas data-data sebagai berikut; nama, id penghuni, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, alamat, golongan darah, no HP, asal daerah, fakultas, angkatan, jalur masuk, gedung dan kamar. 

2. Tabel kedua adalah daftar gedung dan kamar yang terdiri atas data-data sebagai berikut; id penghuni, gedung, kamar dan biaya sewa. 

3. Tabel ketiga adalah pembayaran yang terdiri atas id penghuni, kamar, tanggal bayar dan jumlah pembayaran. 
V. BPM 


BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi. BPM berupaya untuk melakukan perbaikan proses secara berkelanjutan atau bisa juga disebut sebagai suatu proses 'optimalisasi proses'.

Pada tugas 6 ini kami diminta untuk membuat BPM yang terdiri atas kegiatan mulai dari bangun tidur hingga mengikuti kelas MIS pada pukul 10 pagi. Pada BPM kami membuat  conditional atas pilihan kegiatan sesuai kondisi saat itu, misalnya sedang shalat atau tidak. Selain itu, terdapat pula split atas kegiatan yang dilakukan secara bersamaan, misalnya makan sambil menonton TV. Di tahap akhir, kami menentukan durasi untuk masing-masing kegiata, serta mensimulasikannya. 
    VIII.Ontology Generator from Relational Database Based on Jena

    Dalam tulisan ini, kami menyajikan alat generator ontologi yang diimplementasi berdasarkan Jena2.6.0 pada platform Java1.6. Kami menggunakan MySQL sebagai database asli, karena mereka memberikan pandangan spesifik tentang database metadata. Kontribusi utama utama dalam jurnal ini adalah; pertama, kita menggambarkan pendekatan baru yang dapat memberikan unified ontology dan meningkatkan kualitas ontologi. Kedua, pendekatan ini dapat menggunakan konseptual implisit dalam database relasional, yaitu, hubungan hirarki, kendala konsep, kendala properti dan sebagainya. Ketiga, ontologi yang dihasilkan dengan menggunakan alat prototipe kami dapat diintegrasikan ke dalam ontologi global di masa depan. Karena berdasarkan studi kasus menunjukkan bahwa pendekatan ini layak dan efektif untuk digunakan.


    VII. Prosedur Persiapan Resepsi Pernikahan


    Latar Belakang Persiapan Resepsi Pernikahan Perlu Di Improve:
    Dari sumber informasi yang didapat, bahwa pihak klien dan pihak wedding organizer selalu mengadakan pertemuan secara langsung untuk membicarakan kepentingan resepsi pernikahan. Hal ini dapat menguras banyak waktu dan tenaga kedua belah pihak. Oleh karena itu, kami menyarankan adanya suatu system informasi yang bisa mengintegrasikan pihak klien, wedding organizer serta pihak ke-3 (vendor) kedalam suatu website, misalnya. Dengan adanya website ini, klien dapat memilih vendor mana yang sesuai dengan keinginannya dan informasi tersebut juga dapat diterima oleh wedding organizer secara realitime.

     Latar Belakang Improvement Proses Persiapan Resepsi Pernikahan dengan Website:

    Persiapan resepsi pernikahan yang efektif dan efisien menjadi tujuan yang diharapkan oleh para pengguna jasa wedding organizer. Pesatnya kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan sangat membantu tercapainya tujuan di atas. Pemanfaatan TIK melalui penggunaan Website dapat menjembatani pihak Wedding Organizer, Vendor dan klien dalam mempersiapkan resepsi pernikahan. Website yang dibuat oleh pihak Wedding Organizer mampu mendukung tersedianya informasi produk-produk yang ditawarkan oleh pihak Vendor, sehingga klien dapat memilih produk sesuai konsep yang mereka inginkan dengan mengakses Website tersebut. Mengingat tingkat mobilisasi yang tinggi di era modern seperti saat ini, penggunaan Website memberi kemudahan bagi klien dalam mempersiapkan resepsi pernikahan karena dapet di akses dari mana saja dan kapan saja. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang konsep pemanfaatan Website untuk mendukung improvement dari proses persiapan resepsi pernikahan. Cara ini diharapkan dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan jika harus bertatap muka antara klien dan pihak Wedding Organizer, menyederhanakan pengelolaan aspirasi (konsep) yang diinginkan klien, dan mempercepat penghantaran layanan informasi terkait produk yang ditawarkan maupun aspirasi klien.
    VI. Computing Communications Resources

    Sistem komputer dasar meliputi prosesor, memori, dan ruang penyimpanan. Komponen-komponen ini bekerja sama untuk memasukkan, memanipulasi, dan mengeluarkan informasi. Prosesor mikro di dalam komputer mikro sangatlah cepat, dan kekuatan mereka menjadi berlipat ganda setiap 18 bulan.

    Sama pentingnya dengan peningkatan kekuatan komputer, interaksi antara pengguna dan komputer juga telah menjadi lebih intuitif. Peningkatan yang dialami oleh pilihan-pilihan input dan output memberikan para manajer berbagai kemungkinan melakukan interaksi komputer. Sebagian dari kemajuan-kemajuan ini, difasilitasi oleh meningkatnya kekuatan dan kemampuan penyimpanan komputer-komputer mikro yang terakhir. Gambar-gambar, suara, video, dan pilihan-pilihan input serta output lainnya ditambahkan pada keyboard, mouse, layar komputer, dan printer standar. Pengaruh ini memiliki dampak yang mendalam dan tidak selalu dapat terlihat jelas. Jika seorang manajer dapat menggunakan sebuah icon untuk mewakili satu tindakan komputer, maka pengguna tidak harus dapat membaca bahasa yang sama atau bahkan dapat membaca sama sekali. Beragam pilihan ini membantu menjembatani komunikasi antara pengguna dengan bahasa nasional yang berbeda-beda dan bahkan juga meliputi para pengguna muda yang belum belajar membaca. Pilihan-pilihan  baru telah membuat pengambilan keputusan yang dibantu oleh komputer menjadi lebih komprehensif bagi bermacam-macam kelompok demografis.

    Peranti lunak juga mengalami evolusi. Hal ini mencerminkan semakin banyaknya pendapat yang mengatakan bahwa bantuan komputer adalah bagian dari prosespengambilan keputusan para manajer modern. Manajer menginginkan peranti lunak yang mengendalikan alat-alat peranti keras, menjaga keamanan data, memungkinkan banyak pengguna berbagi sumber daya yang sama, dan dapat dipergunakan tanpa memerlukan pelatihan khusus. Tidaklah tepat berkata bahwa peranti lunakmenjadi lebih "rnudah digunakan pengguna"; peranti lunak telah dirancang dengan semakin baik untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan para manajer.

    Komputer dapat ber tindak sebagai sumber daya yang berdiri sendiri, namun kekuatan mereka sebagai alat bisnis mengalami peningkatan yangsangat besar ketika mereka berbagi data. Komunikasi data dapat terjadi dari satu komputer ke komputer yang lain baik itu secara langsung melalui suatu koneksi jaringan atau melalui jaringan sistem telepon publik. Peranti keras komputer berkomunikasi jauh lebih cepat daripada peranti keras telepon. Ini berarti transmisi data komputer yang berjalan melalui sistem telepon publik berjalan lebih lambat daripada transmisi yang tidak mempergunakan sistem telepon.

    Jaringan dimulai sebagai koneksi dari komputer ke satu terminal yang berada beberapa jarak dari komputer. Terminal tidak memiliki prosesor dan ruang penyimpanan; ia hanya memasukkan dan mengeluarkan data. Pemindahan data ke komputer yang lain lebih sulit untuk dilakukan karena masing komputer memiliki sistem operasi yang mengendalikan akses ke sumber dayanya sendiri.  Jaringan adalah peranti keras dan peranti lunak yang bertindak sebagai perantara di antara komputer untuk memungkinkan dibaginya sumberdaya komputer.

    Jaringan area lokal (local area network) adalah jenis jaringan yang pertama. Jaringan ini memiliki keterbatasan pada jarak yang diperkenankan di antara sumber daya komputer, namun mereka memberikan pengaruh yang baik pada manajemen. Para pekerja bergantung pada data berbasis komputer  untuk pengambilan keputusan, dan ketika para pekerja dapat dengan mudah berbagi data berbasis komputer, maka perusahaan akan mendapat keuntungan.

    Komunikasi membutuhkan standar, karena berbagai perusahaan pembuat peranti keras komputer dan telepon harus memiliki penyajian data yang sama dan dapat dipahami yang bergerak di sepanjang media komunikasi. Standar-standar sistem telepon diciptakan untuk komunikasi suara, dan komunikasi ini dapat dilakukan dengan koneksi analog yang berkualitas rendah. Walaupun begitu, media komunikasi suara tidak selalu cukup dapat diandalkan untuk komunikasi data di antara komputer, sehingga dibutuhkan standar-standar baru. International organization for standardization menciptakan standar open system interconnection untuk komunikasi data yang kita pergunakan sekarang.


    IV. E- Government Adoption and Business Process Re-Engineering in Developing Countries: Sri Lankan and South African Case Studies

    Dengan legalisasi komersial Internet pada tahun 1995, memicu negara-negara maju untuk mengembangkan e-government. Namun pada penerapannya saat ini, banyak negara berkembang yang  gagal dalam tes implementasi e-government ini. Davenport pada tahun 1992 mengemukakan pendapatnya bahwa "pelanggan adalah dorongan untuk proses perubahan yang radikal ". Pernyataan ini terbukti benar. Dimana para pelanggan pemerintah (perusahaan dan masyarakat) menuntut pelayanan yang baik dan satu-satunya cara pemerintah untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan bekerja lebih efektif. Dengan perkembangan Proses Re-engineering Bisnis (BPR) ini menawarkan solusi perbaikan yang cepat untuk setiap masalah bisnis, termasuk diantaranya masalah layanan pemerintah.